Uncategorized

Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Nelayan Torombia yang Hilang

Redaksi Diterbitkan 03:04 2 menit membaca
Ukuran Teks:

BUTON UTARA – Sibernesia.id

Operasi pencarian terhadap Ayudin alias Piiku (42), nelayan asal Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur), memasuki hari ketiga, Minggu (4/10/2026).

Ayudin dilaporkan diduga terjatuh dari longboat saat melaut mencari gurita di sekitar perairan Desa Torombia. Hingga hari ketiga, korban belum ditemukan.

Sibernesia Logo

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, dalam laporan perkembangan operasi SAR menyebutkan, pencarian kembali dilanjutkan mulai pukul 07.00 Wita dengan melibatkan tim SAR gabungan.

Pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan menyisir area seluas 2,5 mil laut persegi (NM²).

Sementara Tim kedua menggunakan tiga unit longboat untuk menyisir tiga sektor pencarian dengan luas masing-masing 2,13 NM², 1,79 NM² dan 1,98 NM² di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban.

Kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan cerah, dengan kecepatan angin sekitar 2,8 kilometer per jam dari arah timur laut. Tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter berdasarkan informasi BMKG.

Operasi SAR melibatkan personel KPP Kendari, BPBD Buton Utara, Pos Polair Buton Utara, pemerintah Desa Torombia, Babinsa, Bhabinkamtibmas, masyarakat serta keluarga korban.

Sejumlah peralatan SAR juga dikerahkan, di antaranya rescue car, RIB, longboat, peralatan medis dan evakuasi, perangkat komunikasi serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan kronologi, korban diketahui turun melaut pada 1 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 Wita menggunakan longboat untuk mencari gurita di sekitar perairan Desa Torombia.

Setelah tidak kembali, pihak keluarga bersama masyarakat melakukan pencarian dan menemukan longboat yang digunakan korban.

Hingga laporan perkembangan operasi SAR hari ketiga ini diterbitkan, pencarian terhadap Ayudin masih terus dilakukan. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan oleh KPP Kendari.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan komentar